GEOKIMIA FORMASI MENANGA SEBAGAI OCEANIC RED BED BERUMUR KAPUR DI DESA GUNUNGKASIH, KECAMATAN PUGUNG, KABUPATEN TANGGAMUS, LAMPUNG
Cretaceous Oceanic Red Bed adalah sedimen pelagic berwarna merah hingga cokelat seperti litologi batugamping, napal, rijang dan serpih terbentuk Periode Kapur. Cretaceous Oceanic Red Bed berperan memberikan informasi kondisi tektonik, lingkungan pengendapan, korelasi global. Daerah penelitian Formasi Menanga memiliki litologi dan fasies sedimen seperti batulempung merah dan terdapat fosil radiolaria menunjukkan keterkaitan dengan lingkungan pelagik. Penelitian ini bertujuan menentukan klassifikasi Cretaceous Oceanic Red Bed pada Formasi Menanga, menentukan klassifikasi batuan sedimen, menentukan tingkat pelapukan batuan sedimen, menentukan faktor pengayaan unsur terhadap Cretaceous Oceanic Red Bed serta menafsirkan provenan geokimia terhadap batuan sedimen Formasi Menanga. Adapun metode yang digunakan yaitu metode X-Ray Fluorescence dengan batasan penelitian yaitu pengambilan sampel berasal dari tiga singkapan pada Formasi Menanga yaitu singkapan 22/DA/17, 22/DA/18, 22/DA/20 dengan jumlah sampel geokimia batuan sedimen 7 yaitu sampel 22-DA-17.1, 22-DA-17.B, 22-DA-18, 22-DA-18F, 22-DA-20.A, 22-DA-20.C, dan 22-DA-20.F. Berdasarkan hasil analisis batulempung merah Formasi Menanga merupakan endapan Si-CORB yang terbentuk pada Periode Kapur, kemudian provenan batuan asalnya yaitu Fe-sand, dengan tingkat pelapukan sampel 22-DA-18 Weak Weathering, sampel 22-DA-17.1 dan 22-DA-17B Intermediate Weathering sedangkan sampel 22-DA-18F, 22-DA-20A, 22-DA-20C, 22-DA-20F Strong Weathering. Formasi Menanga mengalami pengayaan unsur mayor yaitu SiO2, Fe2O3, analisis provenan berdasarkan setting tektonik yaitu Passive Continental Margin.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2605050001
Keyword
Cretaceous Oceanic Red Bed Formasi Menanga Si-CORB