Karakterisasi Briket Arang Limbah Kulit Nangka Dan Tempurung Kelapa Menggunakan Variasi Perekat Pati Biji Nangka
Kelangkaan energi fosil dikarenakan peningkatan kebutuhan energi
menyebabkan pengembangan energi alternatif menggunakan biomassa
seperti pembuatan briket. Kulit nangka, tempurung kelapa, dan biji
nangka merupakan contoh biomassa yang banyak tidak dikelola lebih
lanjut sehingga menyebabkan penumpukan limbah organik dan
meningkatkan emisi gas kaca. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis karakteristik briket campuran arang kulit nangka dan
tempurung kelapa dengan pati biji nangka serta mengetahui pengaruh
variasi arang dan perekat terhadap karakteristik briket. Penelitian ini
dilakukan pada bulan November 2023 – Januari 2024 di laboratorium
Teknik Biosistem Institut Teknologi Sumatera. Penelitian ini dilakukan
dengan melakukan variasi arang 70% tempurung kelapa 30% kulit
nangka dan 50% tempurung kelapa 50% kulit nangka dengan variasi
perekat 15%, 10%, 5%. Uji karakteristik briket memenuhi SNI
No.1/6235/2000 dengan adanya pengaruh variasi perekat terhadap
karakteristik briket. Variasi terbaik pada hasil briket 70% arang
tempurung kelapa 30% kulit nangka dengan perekat 5%, dengan kadar
air 3,67%, kadar abu 4%, zat menguap 10,17%, kalor bakar 6123,17
cal/g, kadar karbon 82,13%, kerapatan 0,828 g/cm3, drop test 0,09%,
laju pembakaran 0,141 g/menit, perubahan stabilitas tinggi 0,13%,
perubahan stabilitas diameter 0,09%, dan daya serap air 1,22%.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2604300011
Keyword
kulit nangka, tempurung kelapa, biji nangka, karak