Pemanfaatan Teknologi Lidar Dalam Analisis Kondisi dan Keamanan Kabel Transmisi Listrik Tegangan Tinggi
Jalur transmisi listrik rentan terhadap gangguan vegetasi,
bangunan, maupun infrastruktur sekitar sehingga membutuhkan
inspeksi dengan presisi dan akurasi tinggi. Inspeksi jalur transmisi
listrik umumnya dilakukan dengan metode konvensional yaitu patroli
visual. Namun, cara ini memerlukan waktu, biaya, serta tenaga yang
besar, dan seringkali kurang efektif untuk mendeteksi gangguan secara
detail, terutama di wilayah padat penduduk. Maka dari itu penelitian ini
memanfaatkan teknologi LiDAR (Light Detection and Ranging) untuk
pemetaan jalur transmisi SUTT 150 kV GIS Kandang Sapi (Cilincing,
Jakarta Utara) – GIS Harapan Indah (Bekasi, Jawa Barat). Tujuan
penelitian meliputi analisis jarak bebas (Right of Way/ROW) kabel
terhadap objek di sekitarnya sesuai Permen ESDM No. 13 Tahun 2025
serta identifikasi potensi gangguan. Data yang di gunakan berupa
41.122.734 titik point cloud dengan kepadatan 60,341 pts/m² diolah
menggunakan TerraScan melalui tahapan filtering, klasifikasi, wire
detection, dan Find Danger Objects. Hasil klasifikasi memisahkan
ground, vegetasi (low, medium, high), bangunan, dan kabel dengan
akurasi visual yang baik. Analisis ROW menunjukkan sebagian besar
bentang kabel sesuai standar, namun ditemukan 46 titik gangguan (22
kritis, 24 potensi bahaya) yang terdiri dari 11 vegetasi, 31 bangunan,
dan 4 street light pole. Temuan ini membuktikan efektivitas LiDAR
dalam inspeksi transmisi listrik, sekaligus menunjukkan potensi
integrasi hasil ke Google My Maps sebagai alat monitoring interaktif
dan efisien untuk mendukung pengambilan keputusan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2604250003
Keyword
Light Detection and Ranging Saluran Udara Tegangan Tinggi Danger Point