Penyusunan Artikel Ilmiah dengan judul Perencanaan Lanskap Jejaring Hijau Sungai Way Belau di Kecamatan Kedamaian Berbasis Ekologi Lanskap
KKota Bandar Lampung menghadapi permasalahan banjir berulang akibat tingginya curah hujan, berkurangnya daya dukung daerah aliran sungai (DAS), serta menurunnya kapasitas resapan akibat perubahan tata guna lahan. Kondisi ini juga terjadi pada Sungai Way Belau di Kecamatan Kedamaian yang didominasi kawasan terbangun dan menunjukkan kerentanan hidrologis. Penelitian ini menjadi dasar dalam penyusunan artikel ilmiah yang bertujuan merumuskan perencanaan lanskap jejaring hijau bantaran Sungai Way Belau berbasis pendekatan ekologi lanskap melalui penyusunan struktur ruang, zonasi kawasan, dan rencana induk (masterplan). Metode yang digunakan adalah perencanaan lanskap fisik dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan inventarisasi, analisis, sintesis, dan perumusan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan koridor sungai sebagai elemen utama dalam struktur patch, corridor, dan matrix dilakukan melalui pengendalian zonasi sempadan, integrasi ruang terbuka hijau, serta penerapan infrastruktur hijau berupa kolam retensi dan drainase vegetatif. Zonasi kawasan terdiri atas koridor sungai ±23,28 ha (40,6%) sebagai inti ekologis, hunian ±19,86 ha (34,6%), komersial ±7,81 ha (13,6%), industri ±4,77 ha (8,3%), dan IPAL ±1,68 ha (2,9%). Perencanaan ini meningkatkan kapasitas infiltrasi, konektivitas ekologis, serta ketahanan kawasan terhadap banjir perkotaan. Artikel ini telah memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dan akan dipublikasikan pada Jurnal Syntax Literate (SINTA 4) pada Volume 11, Nomor 4, April 2026.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2604230003
Keyword
ekologi lanskap jejaring hijau mitigasi banjir sungai perkotaan perencanaan lanskap