Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Ruas Jalan Serta Besarnya Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
(Studi Kasus : Jl. Hayam Wuruk, Pasar Tugu Bandar Lampung)
Pasar Tugu yang terletak di Jalan Hayam Wuruk, Bandar Lampung merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat yang memicu tingginya hambatan samping dan berdampak langsung pada penurunan kinerja lalu lintas serta peningkatan emisi gas buang kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk dan menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas ruas jalan serta mengukur beban emisi gas buang akibat aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut. Metode analisis mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023), metode regresi linier berganda untuk melihat hubungan antara hambatan samping dan kecepatan dan metode Tier-2 untuk memperoleh besaran emisi gas buang kendaraan yang akan digunakan pada perhitungan biaya kerugian akibat emisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas pada jam puncak 10.45 – 11.45 yaitu sebesar 2765 kend/jam dengan kecepatan arus bebas (VB) = 36,54 km/jam, Kapasitas (C) = 2492 smp/jam, bobot hambatan samping pada kategori sedang (S) yaitu sebesar 437 kej/jam dan derajat kejenuhan (DJ) = 0,56 dengan kategori Tingkat pelayanan C menunjukkan kondisi jalan mendekati jenuh. Bentuk regresi linier kecepatan dengan hambatan samping yaitu Y = 19,911 – 0,169X1 – 0,018X2 – 0,016X3 – 0,186X4 dengan persentase pengaruh hambatan samping terhadap kecepatan yaitu sebesar 87%. Selain itu, hasil prediksi beban emisi yang terjadi yaitu karbon monoksida (CO) sebesar 5,91 ton/tahun, hidrokarbon (HC) sebesar 2,46 ton/tahun, partikulat (PM10) sebesar 0,10 ton/tahun, nitrogen oksida (Nox) sebesar 0,14 ton/tahun, karbon dioksida (C02) sebesar 1.693,72 ton/tahun dan SO₂ sebesar 0,06 ton/tahun. Hasil prediksi kerugian total akibat beban emisi yang dihasilkan yaitu sebesar Rp1.486.912.639. Beban emisi penyumbang kerugian terbesar yaitu di sumbangkan oleh gas CO2 sebesar Rp894.177.495 dan penyumbang kerugian terbesar berdasarkan jenis kendaraan yaitu sepeda motor sebesar Rp1.269.278.812. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam perencanaan penataan kawasan pasar dan pengelolaan lalu lintas yang lebih ramah lingkungan.
Kata Kunci: Hambatan samping, kinerja jalan, emisi gas buang,
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2604210014
Keyword