Magnetisasi Karbon Aktif Limbah Batok Kelapa Sebagai Adsorben Zat Warna Crystal Violet
Pencemaran lingkungan akibat limbah cair yang mengandung pewarna sintetis
berbahaya, seperti Crystal violet (CV), menjadi permasalahan serius karena bersifat
toksik, karsinogenik dan resisten terhadap biodegradasi, sehingga berdampak negatif
terhadap kesehatan manusia dan ekosistem perairan. Oleh karena itu, diperlukan
pengembangan metode pengolahan limbah yang efektif dan ramah lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan komposit karbon aktif/Fe3O4 berbahan
limbah batok kelapa sebagai adsorben zat warna CV. Karbon aktif disintesis melalui
proses karbonisasi dan aktivasi menggunakan KOH, kemudian dimodifikasi dengan
Fe3O4 untuk memudahkan pemisahan secara magnetik. Optimasi proses adsorpsi
dilakukan menggunakan metode Box–Behnken Design (BBD) dengan memvariasikan
pH larutan, konsentrasi awal CV dan massa adsorben. Hasil analisis menunjukkan
bahwa model yang diperoleh sangat signifikan dengan nilai koefisien determinasi (R2
)
sebesar 0,9998. Kondisi optimum adsorpsi dicapai pada pH 9,997, konsentrasi awal
CV 49,372 mg/L, massa adsorben 20,147 mg, dan waktu kontak 90 menit, dengan
kapasitas adsorpsi rata-rata sebesar 125,127 mg/g. Studi kinetika menunjukkan bahwa
proses adsorpsi mengikuti model orde dua semu, sedangkan studi isoterm mengikuti
model Langmuir. Komposit karbon aktif/Fe3O4 menunjukkan kinerja adsorpsi yang
stabil hingga lima siklus penggunaan, sehingga berpotensi sebagai adsorben CV yang
efektif, ramah lingkungan dan berkelanjutan
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2604200002
Keyword
Crystal violet Karbon aktif Komposit karbon aktif/Fe3O4 Box-Behnken Design