Fabrikasi Hidrogel biodegradable Berbasis Polivinil Alkohol
(PVA) - Agar dengan kombinasi Pati Singkong sebagai sistem
drug release
Hidrogel biodegradable polivinil alkohol (PVA)–agar dengan variasi penambahan pati singkong (PA, PAP 1, PAP 2, PAP 3) telah difabrikasi melalui metode freeze-thaw untuk aplikasi wound dressing. Uji statistik ANOVA (p < 0,05) membuktikan bahwa variasi konsentrasi pati memberikan perbedaan signifikan terhadap seluruh karakteristik hidrogel, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Secara kuantitatif, formulasi PAP 1 menunjukkan keunggulan sifat mekanik tertinggi dengan kuat tarik 8,91 N, Modulus Young 0,99 MPa, elastisitas mencapai 135,11 persen, serta profil termal dengan sisa residu 21,26 persen. Formulasi PAP 2 terbukti paling optimal secara fisikokimia karena terbentuknya ikatan hidrogen antar matriks yang stabil sehingga menghasilkan struktur amorf dengan indeks kristalinitas terendah sebesar 2,34 persen dan porositas tinggi sebesar 71,77 persen, yang memfasilitasi penyerapan cairan luka secara ideal dengan nilai swelling PBS 360,97 ± 0,17 persen dan transmisi uap air (WVTR) 727,77 ± 43,16 g/m²/hari. Di sisi lain, formulasi PAP 3 menunjukkan performa terbaik pada laju degradasi dimana aquadest 23,28 persen, PBS 31,23 persen dan tanah 38,97 persen, aktivitas antibakteri (Staphylococcus aureus dan Escherichia coli) dimana S. aureus mendominasi, serta kestabilan rilis senyawa aktif (drug release) yang linier (R² = 0,9997). Penambahan pati singkong terbukti secara signifikan mereduksi kristalinitas dan meningkatkan porositas matriks. Secara keseluruhan, PAP 2 merupakan formulasi paling komprehensif sebagai kandidat wound dressing dengan profil pelepasan obat yang terkontrol.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2604160014
Keyword
biodegradable drug release hidrogel PVA–agar wound dressing