ANALISIS METABOLIT TERAKTIF, PENAMBATAN MOLEKUL, DAN PREDIKSI TOKSISITAS DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN NAMNAM (Cynometra cauliflora L.) SEBAGAI ANTIDIABETES MELITUS TIPE 2
Diabetes melitus merupakan kelainan metabolik yang ditandai hiperglikemia. Salah satu terapi diabetes melitus tipe 2 yaitu penghambat alfa glukosidase seperti akarbosa dan miglitol, namun penggunaannya sering menimbulkan efek samping berupa flatulensi. Fraksi etil asetat daun namnam (Cynometra cauliflora L.) dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Analisis metabolit teraktif menggunakan LC-HRMS masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metabolit teraktif daun namnam serta mengevaluasi potensinya sebagai penghambat enzim alfa glukosidase secara in silico. Hasil LC-HRMS mengidentifikasi 340 senyawa, dengan 198 di antaranya merupakan metabolit sekunder. Sebanyak 63 senyawa flavonoid dipilih sebagai ligan uji dan dilakukan penambatan molekul terhadap protein MGAM (PDB ID : 3TOP). Hasil penambatan menunjukkan bahwa epilumaflavanone B memiliki afinitas terbaik dengan energi ikatan bebas (ΔG) −9,73 kkal/mol dan nilai konstanta inhibisi 73,45 nM menunjukkan stabilitas lebih unggul dibandingkan dengan ligan alami (ΔG = −8,58 kkal/mol) dengan interaksi residu katalitik utama (TYR-1251, ASP-1526, TRP-1355, dan TRP-1369). Hasil prediksi toksisitas dari epilumaflavanone B memenuhi 6 dari 10 parameter toksisitas tanpa indikasi toksisitas tinggi. Dengan demikian, senyawa epilumaflavanone B berpotensi sebagai sumber kandidat senyawa penghambat alfa-glukosidase yang relatif aman pada tahap awal penelitian in silico.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2604140018
Keyword
Antidiabetes C. cauliflora Metabolit Molecular docking