(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Deviasi Arah Kiblat Masjid dan Musala di Lingkungan Institut Teknologi Sumatera


Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim, sehingga banyak terdapat masjid dan musala. Menghadap kiblat adalah syarat sah salat bagi umat muslim dan juga penting untuk ibadah lainnya. Dalam rentang tahun 2012 – 2023 dilakukan beberapa penelitian di Provinsi Lampung oleh Rohmat, dkk. yang mengatakan bahwa arah kiblatnya masih kurang akurat. Metode lama penentuan arah kiblat memiliki akurasi yang rendah adalah dengan menggunakan jarum atau silet, metode baru penentuan arah kiblat memiliki akurasi tinggi ialah dengan menggunakan bayangan matahari dan dengan satelit navigasi. Itera, sebagai institusi memiliki tempat ibadah, di antaranya dua masjid dan 14 musala, arah kiblatnya menjadi objek penelitian untuk dilakukan perhitungan dan pengukuran ulang. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengumpulan data arah kiblat yang sudah diterapkan dengan tiga kompas, data dibandingkan dengan penentuan arah kiblat menggunakan perhitungan segitiga bola dan juga rashdul kiblat. Deviasi arah kiblat yang didapati berkisar dari 0° sampai 42°, dengan rata-rata deviasi 13,65°. Nilai deviasi paling tinggi berada di Laboratorium Teknik 2 sampai 42°, sementara untuk nilai deviasi paling rendah berada di Masjid Baitul Ilmi ITERA dengan nilai 0°. Deviasi arah kiblat di Itera secara garis besar disebabkan tidak adanya pemantauan dan juga keterlibatan pihak terkait dalam proses penentuan arah kiblatnya, sementara deviasi di Masjid Raya At-Tanwir ITERA berdasarkan struktur bangunan dan juga tidak adanya pengecekan ulang arah kiblat sejak berdirinya masjid.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2604060004

Keyword
Arah Kiblat Rashdul Kiblat Institut Teknologi Sumatera