(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

ANALISIS TINGKAT RISIKO PENYEBAB KERUSAKAN BANTALAN BETON (STUDI KASUS: LINTAS RESOR IV.2 REJOSARI KM 15+400 – KM 41+000)


Peningkatan intensitas angkutan kereta api berdampak langsung terhadap beban dinamis prasarana jalan rel, khususnya pada bantalan beton yang berperan penting dalam menjaga stabilitas lintasan. Lintas Rejosari di wilayah Divisi Regional IV Tanjung Karang merupakan jalur strategis angkutan barang dengan tingkat passing tonage yang terus meningkat, sehingga berpotensi mempercepat terjadinya kerusakan bantalan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kerusakan bantalan beton serta menentukan tingkat dan prioritas risikonya sebagai dasar pengambilan keputusan pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) untuk memetakan hubungan sebab-akibat kerusakan secara struktural, yang dikombinasikan dengan penilaian risiko berbasis probabilitas kejadian dan dampak finansial. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerusakan bantalan beton dipengaruhi oleh lima intermediate event utama dengan total 22 basic event lainnya, di mana faktor dominan berasal dari gangguan drainase, degradasi balas, kualitas rel, dan pembebanan dinamis berulang. Nilai risiko kerusakan berada pada rentang Rp1,67 juta hingga Rp16,89 juta, dengan potensi kerugian maksimum mencapai sekitar Rp1,25 miliar pada skenario terburuk. Faktor mud pumping dan rel defect menjadi risiko tertinggi dan prioritas utama penanganan. Temuan ini memberikan dasar kuantitatif dalam penetapan prioritas mitigasi untuk mendukung pengelolaan aset prasarana jalan rel yang lebih andal dan berkelanjutan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603300034

Keyword
Penilaian Risiko Bantalan Beton FTA Infrastruktur Jalan Rel