Analisis Spasial Pemodelan Banjir Berdasarkan Data Elevasi Digital (Studi Kasus: Teluk Semaka, Kabupaten Tanggamus)
Banjir merupakan bencana alam yang umum terjadi. Pada Mei
2024, Kabupaten Tanggamus mengalami banjir yang berdampak
signifikan terhadap masyarakat dan infrastruktur. Kondisi ini
dipengaruhi oleh jaringan sungai dan kemampuannya untuk
menyalurkan debit air. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis
spasial pemodelan banjir berdasarkan data elevasi digital menggunakan
berbagai sumber Digital Elevation Model (DEM), yaitu InSAR DEM,
DEMNAS, dan Digital Terrain Model (DTM), serta mengidentifikasi
area dan utilitas jalan yang terdampak banjir. Pemodelan banjir
dilakukan menggunakan fungsi kondisional dalam Sistem Informasi
Geografis (SIG) dengan ketinggian genangan 0,0 meter - 3,0 meter
dengan interval 0,5 meter. InSAR DEM dan DEMNAS digunakan
untuk pemodelan banjir pada skala Kabupaten Tanggamus, sedangkan
foto udara DTM digunakan untuk pemodelan yang lebih detail di
wilayah Teluk Semaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
perbedaan sumber data elevasi dapat memvariasikan area genangan dan
perkiraan jumlah utilitas jalan yang terdampak banjir. Dominasi daerah
dataran rendah dan jaringan sungai orde rendah mengakibatkan respons
aliran yang cepat terhadap curah hujan. Penelitian ini diharapkan dapat
menjadi referensi dalam memilih sumber data elevasi yang tepat untuk
pemodelan banjir dan mendukung perencanaan mitigasi bencana banjir
di Kabupaten Tanggamus.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603300015
Keyword
InSAR DEM InSAR DEMNAS DTM DAS Pemodelan Banjir