(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

EKSPLORASI NON-DESTRUKTIF SITUS MEGALITIK PUGUNG RAHARJO MENGGUNAKAN METODE MIKROTREMOR HVSR: ANALISIS KONDISI BAWAH PERMUKAAN DAN KERENTANAN SEISMIK TERHADAP STABILITAS PUNDEN BERUNDAK


View/Open

Author

Date Published
25 Mar 2026

Advisor
Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, S.Si., M.S,
Dr. Rahmat Nawi Siregar, S.Pd., M.Sc.,

Subject
Fisika

Publisher


Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan situs megalitik yang memiliki punden berundak dari zaman prasejarah. Sebanyak 13 punden teridentifikasi pada awal penemuan, namun hanya tujuh yang tersisa hingga kini. Kondisi bawah permukaan yang belum diketahui secara pasti dapat mempengaruhi stabilitas struktur yang masih ada dan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut. Oleh karena itu, pemetaan bawah permukaan secara non-destruktif dilakukan untuk menilai stabilitas punden berundak serta mengevaluasi kerentanannya terhadap aktivitas seismik. Penelitian ini bertujuan memetakan parameter mikrotremor yang meliputi frekuensi dominan (f_0), faktor amplifikasi (A_0), kecepatan gelombang geser (V_s), ketebalan sedimen (h), dan indeks kerentanan seismik (K_g). Parameter tersebut digunakan untuk mengidentifikasi lapisan tanah, zona sensitif getaran, dan faktor yang mempengaruhi stabilitas situs. Akuisisi data dilakukan dengan metode mikrotremor dan dianalisis menggunakan metode HVSR pada perangkat lunak Geopsy dan Dinver. Hasil inversi HVSR menghasilkan nilai f_0 antara 5,49-10,72 Hz sehingga sebagian besar area tergolong Tipe Tanah I (tanah keras atau batuan). Ketebalan sedimen teridentifikasi 4,5-15,8 meter. Analisis V_s mengonfirmasi keberadaan fondasi batuan basalt yang kokoh, dengan kekakuan tertinggi di Punden 3 (V_s>400 m/s). Pemetaan Kg menunjukkan Punden 6 dan 7 berada di zona risiko tinggi akibat lapisan tanah permukaan yang lunak. Kedua punden tetap stabil karena bertumpu langsung pada batuan basalt. Stabilitas Punden 6 dan 7 yang berada di zona kerentanan tinggi, serta nilai PGA di lokasi penelitian yang tergolong sedang (0,66 Gal), mengindikasikan bahwa faktor geologis seperti gempa bumi bukan penyebab utama hilangnya enam punden lainnya. Sebaliknya, aktivitas manusia (alih fungsi lahan dan pengambilan batu) diduga sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, upaya mitigasi ke depan harus difokuskan pada perlindungan kawasan dari aktivitas manusia.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603250002

Keyword
Antropogenik HVSR Kecepatan Gelombang Geser Kerentanan Seismik Mikrotremor Punden Berundak