(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

RANCANGAN ADJUSTABLE SHOVEL UNTUK PERBAIKAN POSTUR KERJA PEKERJA PANGKALAN PASIR PAKDE SUMBEREJO, BANDAR LAMPUNG BERDASARKAN METODE NBM DAN REBA


View/Open

Author

Date Published
02 Jun 2026

Advisor
Achmad Samudra Dewantara, S.T., M.T.,

Subject
Teknik Industri

Publisher


Aktivitas penyekopan pasir di Pangkalan Pasir Pakde Sumberejo, Bandar Lampung, masih dilakukan secara manual dengan gerakan berulang dan postur kerja yang tidak ergonomis, seperti membungkuk dan menjangkau, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan musculoskeletal/Musculoskeletal Disorders (MSDs). Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya perbaikan ergonomi untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kenyamanan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keluhan tubuh pekerja, mengukur tingkat risiko ergonomi, serta merancang alat bantu kerja berupa Adjustable Shovel guna memperbaiki postur kerja dan menurunkan tingkat risiko ergonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif dengan kerangka Research and Development (R&D). Identifikasi keluhan tubuh pekerja dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), sedangkan penilaian risiko postur kerja dilakukan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, pengukuran antropometri, serta penyebaran kuesioner NBM. Perancangan alat bantu dilakukan dengan mempertimbangkan data antropometri pekerja dan prinsip ergonomi, kemudian dilakukan simulasi postur kerja menggunakan perangkat lunak CATIA V5 R20 untuk mengevaluasi perubahan postur sebelum dan setelah perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan MSDs tertinggi dialami pada bagian tangan, lengan, pinggang, dan punggung. Penilaian REBA sebelum perbaikan menghasilkan skor sebesar 12 yang termasuk dalam kategori risiko sangat tinggi. Setelah penerapan Adjustable Shovel, hasil simulasi menunjukkan penurunan skor REBA menjadi 7 yang berada pada kategori risiko sedang. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya pada aktivitas penyekopan pasir di Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai (2021), yang merekomendasikan penggunaan gagang sekop dengan ukuran lebih panjang untuk mengurangi kecenderungan postur membungkuk pada pekerja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perbaikan desain alat kerja berbasis antropometri mampu menurunkan risiko postur kerja, meskipun aktivitas manual dengan frekuensi tinggi masih menyisakan risiko ergonomi. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada perancangan Adjustable Shovel yang dilengkapi fitur pengaturan panjang gagang berdasarkan data antropometri pekerja, serta evaluasi perbaikan postur kerja menggunakan kombinasi metode NBM, REBA, dan simulasi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan penerapan ergonomi pada aktivitas manual handling di sektor informal, khususnya sebagai dasar perancangan alat bantu kerja sederhana yang berorientasi pada perbaikan postur dan pengurangan risiko ergonomi.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603160003

Keyword
Ergonomi, Risiko Ergonomi, Postur Kerja, Nordic Bo