Karakteristik Fisikokimia Kukis dengan Kombinasi Tepung
Bekatul Beras Merah (Oryza glaberrima ) dan Tepung Jagung
(Zea mays var. Amylacea)
Serat adalah bagian dari dinding sel tumbuhan yang tidak dapat
dicerna oleh tubuh manusia. Asupan serat sekitar 25–30 gram per
hari memberikan manfaat bagi kesehatan. Kebutuhan serat
tersebut dapat dipenuhi dengan cara menambahkan sumber serat
ke dalam makanan seperti kukis. Kukis merupakan makanan
ringan yang dibuat dari tepung terigu dengan kandungan serat
relatf kecil. Oleh karena itu perlu alternatif pangan untuk
meningkatkan kadar serat kukis dengan memanfaatkan pangan
lokal seperti bekatul beras merah dan jagung. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji analisis pengaruh kombinasi tepung
bekatul beras merah dan tepung jagung terhadap karakteristik
fisikokimia kukis. Kukis dibuat dengan perbandingan tepung
bekatul beras dan tepung jagung (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, dan
100:0). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
dengan dua ulangan dan dianalisis secara duplo. Data analisis
menggunakan one way ANOVA dengan taraf 5%, kemudian
dianalisis DMRT dengan taraf 5%. Penelitian ini meliputi analisis
kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein,karbohidrat, serat
kasar, dan warna kukis. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi
tepung bekatul beras merah dan jagung berpengaruh nyata pada
warna L* (56,76 -71,71), warna a*(4,35-6,91), warna b*(20,19-
36,04) kadar air 7,52% - 11,80%, kadar abu 2,04%-6,55%, kadar
protein 15,49%-21,40%, kadar lemak 13,12%-27,60%, kadar
karbohidrat 37,76%-54,30%, kadar serat kasar 4,17%-6,33%.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603130025
Keyword
Fisikokimia, kukis, bekatul beras merah, jagung