(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

GEOLOGI DAN APLIKASI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS DALAM PENENTUAN ZONA PERMEABLE DAN IMPERMEABLE DAERAH GUNUNG TIGA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN TANGGAMUS, PROVINSI LAMPUNG


View/Open

Author

Date Published
23 Feb 2026

Advisor
Alviyanda, S.T., M.T,
Alhada Farduwin, S.T., M.T,

Subject
Teknik Geologi

Publisher


Daerah Gunung Tiga secara geologi regional didominasi oleh batuan kristalin metamorf, sehingga kemampuan batuan ini dalam menyimpan dan meloloskan air bergantung pada keberadaan porositas sekunder yang mengakibatkan potensi air tanah relatif terbatas. Ketersediaan air tanah merupakan sumber daya utama yang berperan penting dalam menunjang kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan penampang model 2D bawah permukaan yang menampilkan sebaran zona permeable dan impermeable dalam mengidentifikasi potensi air tanah menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography. Hasil pemetaan geologi menunjukkan satuan geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Dataran Denudasional, Satuan Bukit Terisolir, dan Satuan Perbukitan Struktural Agak Curam. Stratigrafi daerah penelitian diurutkan dari tua ke muda terdiri atas Satuan Filit, Satuan Andesit, Satuan Tuf Kristal, Satuan Tuf Litik, Satuan Tuf Gelas, dan Endapan Aluvial. Struktur geologi yang terbentuk di daerah penelitian yaitu Sesar Naik Pagelaran, Sesar Normal Sukamana dan indikasi Sesar Normal Wayngison. Sejarah geologi diawali fase I pembentukan Satuan Filit sejak zaman Pra-Tersier. Pada fase II kala Oligosen Akhir – Miosen Awal, aktivitas vulkanisme membentuk Satuan Andesit, Satuan Tuf Gelas dan Satuan Tuf Litik. Pada fase III diperkirakan terjadi pembentukan struktur geologi yang berlangsung pada kala Miosen Tengah – Miosen Akhir. Pada fase IV zaman Kuarter terjadi kembali aktivitas vulkanisme yang mengendapkan Satuan Tuf Gelas. Fase V berlangsung pada kala Holosen dicirikan oleh pembentukan endapan aluvial yang terus berlanjut hingga saat ini. Hasil penampang model 2D geolistrik menunjukkan sebaran nilai resistivitas rendah pada daerah penelitian yakni < 30 ohm.m yang ditafsirkan sebagai zona permeable dan sebaran nilai resistivitas tinggi yakni 35 – 100 ohm.m yang ditafsirkan sebagai zona impermeable.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603110029

Keyword
Geolistrik Gunung Tiga permeable resistivitas