Analisis Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Terhadap Volume Lalu Lintas
Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang berperan penting dalam mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi suatu wilayah. Peningkatan volume lalu lintas yang tidak diimbangi dengan pemeliharaan yang memadai dapat menurunkan kinerja perkerasan jalan, baik secara struktural maupun fungsional. Salah satu ruas jalan yang mengalami kondisi tersebut adalah Jalan Pangeran Tirtayasa di Kota Bandar Lampung, yang berfungsi sebagai akses utama penghubung kawasan Sukabumi dengan pusat kota. Tingginya volume lalu lintas serta umur layanan jalan yang relatif panjang berpotensi mempercepat degradasi perkerasan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode Indeks Kondisi Perkerasan (IKP), menentukan jenis penanganan yang sesuai, serta mengestimasi biaya penanganan kerusakan. Metode IKP digunakan untuk menilai kondisi perkerasan berdasarkan jenis, tingkat, dan luas kerusakan pada setiap segmen jalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada lajur kiri terdapat 19 segmen kondisi hancur sedangkan pada lajur kanan diperoleh 22 segmen kondisi hancur. Berdasarkan hasil survei volume lalu lintas, diperoleh distribusi arah sebesar 54% pada arah kanan dan 46% pada arah kiri. Perbedaan proporsi arus tersebut selaras dengan hasil perhitungan rata-rata nilai Indeks Kondisi Perkerasan (IKP), di mana arah kanan memiliki nilai IKP sebesar 43, sedangkan arah kiri sebesar 46. Berdasarkan nilai IKP, direkomendasikan penanganan rutin, berkala, rehabilitasi atau peningkatan struktural, serta rekonstruksi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603100020
Keyword
Indeks Kondisi Perkerasan (IKP) Kerusakan Perkerasan Penanganan Jalan Estimasi Biaya