ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL (Studi Kasus: Simpang Jalan A. H. Nasution – Jalan Basuki Rachmat, Kota Metro)
Simpang tak bersinyal merupakan elemen penting dalam jaringan jalan perkotaan yang mempengaruhi kelancaran lalu lintas, khususnya pada area dengan aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi. Penelitian ini menganalisis kinerja simpang tak bersinyal di Jalan A.H. Nasution – Jalan Basuki Rachmat, Kota Metro menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dan simulasi mikroskopik dengan software PTV VISSIM. Data diperoleh melalui survei lapangan pada hari kerja (Senin) dan akhir pekan (Minggu) pada jam puncak. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas simpang, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Simulasi PTV VISSIM digunakan untuk memodelkan kondisi lalu lintas simpang. Validasi model dilakukan menggunakan metode Geoffrey E. Havers (GEH) dan Mean Absolute Percent Error (MAPE). Hasil perhitungan menggunakan PKJI 2023 menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting dengan hambatan samping, simpang memiliki derajat kejenuhan (Dj) 0,89, tundaan rata-rata 15 detik, peluang antrian 30,83%, dan tingkat pelayanan LOS C. Simulasi tanpa hambatan samping memperlihatkan perbaikan yaitu nilai Dj turun menjadi 0,84, tundaan berkurang menjadi 14 detik, peluang antrian turun ke 27,47%, dan LOS meningkat menjadi B. Pemodelan mikrosimulasi PTV Vissim yang telah dikalibrasi menghasilkan rata-rata panjang antrian hanya 9,34 m dan tundaan rata-rata 3,27 kendaraan/detik dengan LOS A. Alternatif yang direkomendasikan yaitu dengan prioritas utama pada penurunan hambatan samping, diharapkan kinerja simpang dapat meningkatkan kinerja simpang.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603080007
Keyword
simpang tak bersinyal PKJI 2023 PTV VISSIM kapasitas derajat kejenuhan tundaan validasi model