Perancangan Seaside Grove Sanctuary Resort Menggunakan Pendekatan Biophilic Di Bakauheni Lampung Selatan
Hutan bakau di Bakauheni, Lampung Selatan memiliki peran penting
dalam menstabilkan ekosistem pesisir dengan melindungi dari abrasi,
menyerap karbon, menyediakan habitat, dan mengatur keseimbangan
hidrologis. Selain fungsi ekologis, area ini juga memiliki potensi
dalam pariwisata berbasis alam yang akan mendukung ekonomi
regional. Namun, meningkatnya aktivitas konstruksi di sekitar
pelabuhan Bakauheni memiliki potensi sebagai penyebab degradasi
dan pencemaran lingkungan jika tidak direncanakan secara
berkelanjutan. Desain Seaside Grove Sanctuary Resort di area seluas
±21 hektar bertujuan untuk mengakomodasi konstruksi sambil juga
melindungi ekosistem hutan bakau dan mengoptimalkan potensi area
tersebut sebagai tanggapan terhadap dampak konstruksi melalui
pendekatan desain biophilic. Hal ini dicapai melalui zonasi yang
seimbang dan bangunan panggung yang mengikuti lanskap, dengan
distribusi masa yang selaras terhadap kondisi tapak serta konstruksi
tiang di daerah gambut untuk meminimalkan gangguan tanah. Konsep
masa terinspirasi dari sarang burung yang adaptif dan ringan, sehingga
bangunan menyatu dengan alam pesisir secara berkelanjutan. Desain
yang sudah selesai akan mencakup bangunan utama, beach club, spa,
dan unit akomodasi yang terintegrasi dengan vegetasi hutan bakau.
Area ini dirancang untuk terintegrasi dengan ekosistem serta
mendukung konservasi pesisir yang berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603070004
Keyword
resor bakau akomodasi biophilic konservasi