Formulasi dan Uji Aktivitas Anti-Aging Sleeping Mask Gel Minyak Biji Labu Kuning (Cucurbita pepo)
Proses penuaan kulit terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Minyak biji labu kuning (Cucurbita pepo) diketahui mempunyai senyawa seperti asam linoleat, protein, zink (Zn), karotenoid dan tokoferol, senyawa-senyawa yang memiliki peran penting dalam melindungi kulit dari proses penuaan melalui berbagai mekanisme. Penelitian ini bertujuan guna memformulasikan sediaan sleeping mask gel minyak biji labu kuning serta mengetahui sifat fisikokimia, stabilitas, dan pengaruh penggunaannya terhadap kelembapan, kadar minyak kulit dan elastisitas kulit panelis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan formulasi empat variasi konsentrasi minyak biji labu kuning (F0: 0%, F1: 1%, F2: 3%, dan F3 5%). Evaluasi sediaan mencakup uji organoleptik, tipe emulsi, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan stabilitas (cycling test). Uji efektivitas dilakukan terhadap 20 orang panelis wanita berusia 35-60 tahun menggunakan skin analyzer guna mengukur kelembapan, kadar minyak, dan elastisitas kulit selama 28 hari pemakaian. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi parameter organoleptis (bentuk, warna, dan bau stabil) serta sifat fisikokimia yang sesuai sebelum uji stabilitas, dengan rentang pH 5,143-5,840, viskositas 9.766-16.400 cP, daya sebar 5,46-6,40 cm, daya lekat 5,30-7,66 detik, namun terjadi perubahan signifikan pada daya sebar yang mengindikasikan terdapatnya perubahan konsistensi sediaan. F1 menunjukkan peningkatan kelembapan, kadar minyak dan elastisitas yang paling signifikan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603050011
Keyword
minyak biji labu kuning sleeping mask anti-aging