Perbandingan Model Klasifikasi Multikelas Berbasis Directed Acyclic Graph dan One-vs-One Support Vector Machine pada Morfologi Kacang Kering
Inefisiensi komputasi akibat evaluasi redundan merupakan kelemahan fundamental strategi OvO-SVM, terutama pada dataset dengan jumlah kelas yang banyak seperti 7 kelas dari Dry Beans Dataset. Penelitian ini mengevaluasi arsitektur DAG-SVM sebagai alternatif yang lebih efisien dengan menggunakan kernel polinomial dan kernel RBF, serta penyusunan graf berbasis arbitrary dan frequency. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa DAG-SVM dan OvO-SVM memiliki skor evaluasi yang tidak berbeda signifikan. OvO-SVM memiliki akurasi 0,9228 hingga 0,9365 dan skor F1-macro 0,9362 hingga 0,9457, sedangkan DAG-SVM memiliki akurasi 0,9228 hingga 0,9361 dan skor F1-macro 0,9362 hingga 0,9454. DAG-SVM terbukti lebih cepat pada tahap prediksi yang membutuhkan waktu uji 2,7431 hingga 3,4097 detik dibandingkan OvO-SVM 10,8792 hingga 28,8376 detik, sehingga DAG-SVM hanya menggunakan 9,5% hingga 31,3
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603040009
Keyword
Directed Acyclic Graph Efisiensi Komputasi Klasifikasi Multikelas One-vs-One Support Vector Machine