Standardisasi Ekstrak dan Uji Sun Protection Factor (SPF) Kombinasi Ekstrak Bunga Marigold (Tagetes erecta L.) dan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.)
Indonesia merupakan negara tropis dengan intensitas sinar ultraviolet (UV) yang tinggi, sehingga meningkatkan risiko kerusakan kulit akibat paparan sinar UV. Salah satu langkah pencegahannya adalah penggunaan tabir surya berbahan alam yang aman dan efektif. Bunga marigold (Tagetes erecta L.) dan daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan eugenol yang mampu menyerap radiasi UV sehingga berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menstandardisasi ekstrak serta menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak tunggal dan kombinasinya. Ekstraksi dilakukan dengan Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) menggunakan pelarut etanol 96% (v/v). Hasil standardisasi parameter spesifik dan non-spesifik menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak memenuhi seluruh standar yang ditetapkan Farmakope. Nilai SPF ditentukan secara in vitro menggunakan metode Mansur pada panjang gelombang UV-B (290– 320 nm). Rendemen marigold dan daun sirih masing-masing sebesar 31,32% (b/b) dan 26,21% (b/b). Nilai SPF marigold (M) sebesar 35,70 ± 0,55 dan daun sirih hijau (S) sebesar 20,55 ± 0,02, sedangkan kombinasi MS1, MS2, dan MS3 menghasilkan nilai 33,04 ± 0,78; 30,05 ± 3,23; dan 34,48 ± 2,21. Seluruh sampel menunjukkan proteksi sangat tinggi terhadap radiasi UV-B. Dengan demikian, kombinasi ekstrak bunga marigold dan daun sirih hijau berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif tabir surya alami.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603040001
Keyword
Tagetes erecta L. Piper betle L. Standardisasi Tabir surya Sun Protection Factor (SPF)