Perencanaan Lanskap Pusat Perkotaan dengan Penerapan Blue-Green Infrastructure di Tembilahan, Riau
Tembilahan yang terletak di tepi Sungai Indragiri telah berkembang menjadi pusat administratif dan ekonomi regional, yang menjadi gerbang utama transportasi, perdagangan, dan kuliner tradisional. Akan tetapi, meningkatnya intensitas banjir rob tahunan sedalam 20 hingga 50 cm menimbulkan gangguan serius terhadap perekonomian dan kegiatan masyarakat. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir, evaluasi menunjukkan bahwa infrastruktur yang ada belum cukup efektif. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik dan permasalahan utama pusat perkotaan sebagai dasar perencanaan lanskap yang adaptif terhadap banjir rob di Tembilahan; (2) menyusun dan memberikan rekomendasi desain perencanaan lanskap pusat perkotaan dengan menerapkan blue-green infrastructure untuk meminimalisir dampak banjir rob dan meningkatkan kualitas lingkungan di Tembilahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mix method), dengan tahapan perancangan dan analisis kesesuaian lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pusat perkotaan Tembilahan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan yang adaptif terhadap banjir, dengan konsep perencanaan yang menggabungkan koridor biru (Parit), koridor hijau (Warisan) dan konektivitas antar ruang (Negeri) menjadi satu kesatuan, sehingga menghasilkan empat Zona utama perencanaan: Zona Pemukiman, Zona Perkantoran, Zona Perdagangan dan Jasa, dan Zona Ruang Terbuka hijau. Perencanaan ini mencakup konseptual desain, gambar masterplan, potongan tampak, serta visualisasi tiga dimensi (3D).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2603030018
Keyword
banjir rob infrastruktur biru-hijau perencanaan lanskap pusat administratif sungai indragiri