PENGARUH VARIASI SUHU SINTERING TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK FOAM GLASS CERAMIC BERBASIS FLY ASH DENGAN NANO KARBON SEBAGAI AGEN PEMBUSA
Fly ash, limbah padat hasil pembakaran batubara, berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif foam glass ceramic (FGC). Suhu sintering menjadi faktor penting yang memengaruhi sifat fisis, mekanik, dan struktur mikro, terutama bila dikombinasikan dengan agen pembusa berbasis karbon. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi suhu sintering terhadap sifat FGC berbasis fly ash dengan penambahan nano karbon arang batok kelapa. Proses pembuatan meliputi pencampuran, peletisasi, dan sintering pada suhu 1050, 1100, 1150, dan 1200°C. Karakterisasi material awal dilakukan dengan XRF dan XRD, sedangkan nano karbon dianalisis menggunakan PSA. Struktur mikro dan pori diamati melalui FESEM-EDX, sementara sifat fisis dan mekanik diuji dengan densitas, porositas, dan kekerasan Vikers. Hasil menunjukkan peningkatan suhu sintering hingga 1150°C meningkatkan densitas dan kekerasan serta menurunkan porositas. Densitas tertinggi 1,909 g/cm³ dan porositas terendah 0,012 dicapai pada suhu 1150°C. Kekerasan Vikers terus meningkat hingga mencapai nilai maksimum pada 1200°C. Analisis struktur mikro menegaskan bahwa suhu sintering mempengaruhi ukuran dan distribusi pori. Secara keseluruhan, suhu 1150°C ditetapkan sebagai kondisi optimum karena menghasilkan keseimbangan terbaik antara sifat fisis, mekanik, dan kestabilan struktur pori.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602260007
Keyword
Sintering Fly Ash Foam Glass-Ceramic Carbon