VARIASI REGANGAN GEODETIK SECARA TEMPORAL DAN SPASIAL TAHUN 2020-2024 (STUDI KASUS: SELAT SUNDA)
Selat Sunda merupakan wilayah dengan dinamika tektonik kompleks akibat interaksi zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Sundaland, sistem sesar aktif antar Sumatera-Jawa , serta pengaruh Gunung Anak Krakatau. Interaksi tersebut menyebabkan deformasi kerak bumi yang berkembang secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan menganalisis variasi regangan geodetik secara temporal dan spasial di Selat Sunda berdasarkan data GNSS kontinu stasiun Ina-CORS periode 2020–2024 yang diolah menggunakan perangkat lunak Bernese 5.2. Kecepatan pergeseran dihitung dalam kerangka referensi global (ITRF 2014) dan kemudian direduksi terhadap Lempeng Sundaland untuk memperoleh pergerakan relatif yang merepresentasikan deformasi internal wilayah penelitian. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan pergeseran horizontal bulanan relatif terhadap Lempeng Sundaland bervariasi dengan komponen Timur–Barat berkisar antara −949,79 hingga 1695,66 mm/bulan dan komponen Utara–Selatan antara −142,45 hingga 584,01 mm/bulan. Analisis regangan geodetik bulanan memperlihatkan nilai ekstensi pada rentang −0,3370 hingga 2,1112 μstrain/bulan dan kompresi pada rentang −1,2419 hingga −0,0054 μstrain/bulan, dengan kecenderungan dominasi ekstensi. Variasi nilai tersebut menunjukkan bahwa distribusi regangan berubah dari waktu ke waktu dan tidak seragam antar lokasi, mencerminkan perkembangan deformasi yang dinamis sepanjang periode pengamatan. Temuan ini menegaskan bahwa Selat Sunda mengalami deformasi aktif dengan karakter regangan yang bervariasi secara temporal dan spasial.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602240017
Keyword