PENAMBATAN MOLEKUL BEBERAPA SENYAWA PADA TANAMAN MALAPARI (Pongamia pinnata) TERHADAP SELEKTIF JANUS KINASE 1 SEBAGAI KANDIDAT OBAT BARU DERMATITIS ATOPIK DENGAN ADMINISTRASI TOPIKAL
Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit inflamasi kronis dengan
prevalensi global tinggi (>230 juta kasus) yang berdampak besar pada
kualitas hidup. Terapi topikal saat ini, seperti kortikosteroid, inhibitor
kalsineurin, dan inhibitor Janus kinase (JAK) non-selektif, efektif tetapi
dibatasi efek samping lokal dan sistemik, sehingga diperlukan agen
topikal yang lebih aman dan selektif terhadap JAK1. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi potensi beberapa senyawa dari
Pongamia pinnata sebagai inhibitor selektif JAK1 menggunakan
pendekatan in silico melalui metode penambatan molekul. Sebanyak 44
metabolit sekunder diseleksi berdasarkan kelayakan sifat fisikokimia,
prediksi toksisitas topikal, serta afinitas ikatan terhadap JAK1, JAK2,
dan JAK3. Sebanyak 35 senyawa memenuhi kriteria fisikokimia dan
keamanan topikal. Analisis penambatan molekul mengidentifikasi
isopongachromene sebagai kandidat paling potensial dengan energi
ikatan terendah terhadap JAK1 (ΔG = −10,39 kcal/mol) dan nilai
konstanta inhibisi (Ki) sebesar 24,19 µM. Isopongachromene
menunjukkan selektivitas yang baik terhadap JAK1 dengan rasio Ki
JAK2/JAK1 sebesar 8,74 dan Ki JAK3/JAK1 sebesar 14,45, serta
membentuk interaksi kunci dengan residu asam amino penting pada sisi
aktif JAK1. Sebagai kesimpulan, isopongachromene memiliki potensi
kuat sebagai inhibitor selektif JAK1 dan merupakan kandidat
menjanjikan untuk pengembangan terapi topikal dermatitis atopik.
Kata kunci : Dermatitis atopik, Janus kinase 1, Pongamia pinnata,
Penambatan molekul, Terapi Topikal
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602240016
Keyword
Dermatitis atopik, Janus kinase 1, Pongamia pinnat