Persepsi Masyarakat dalam Potensi Pengembangan Kawasan Uluan Nughik Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya di Kabupaten Tulang Bawang Barat
Pengembangan pariwisata memerlukan kolaborasi antar stakeholder dengan menekankan kemandirian lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam, budaya, dan daya tarik wisata. Persepsi masyarakat sekitar Kawasan Uluan Nighik berperan penting untuk mengetahui dampak pembangunan wisata, penilaian terhadap komponen 4A, serta aspek pendukung lainnya, sehingga dapat mengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat yang
menjadi kunci keberhasilan pengembangan wisata budaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat dalam potensi pengembangan kawasan uluan nughik sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dengan adanya potensi yang dapat dikembangkan menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana masyarakat mendukung potensi wisata Uluan Nughik untuk dikembangkan serta bagaimana persepsi masyarakat terhadap rencana pengembangan Kawasan Uluan Nughik sebagai daya tarik wisata budaya di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Analisis deskrptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif menjadi metode analisis pada penelitian ini dengan hasil analisis Masyarakat memiliki persepsi yang positif terhadap keberadaan serta pengembangan Kawasan Uluan Nughik berdasarkan karakteristik masyarakat sekitar yang memiliki keberagaman cara pandang terhadap potensi 4A (Attraction,
Accessibility, Amenity dan Ancilliary) yang dimiliki Kawasan Uluan Nughik. Dapat disimpulkan bahwa Kawasan Uluan Nughik dapat menjadi perwujudan dalam Peraturan Daerah Kabupatan Tulang Bawang Barat Nomor 3 Tahun 2023 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2023 – 2043 sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi dengan tujuan pengembangan Kawasan Perkotaan Kota Baru Uluan Nughik sebagai Kawasan Perdagangan dan Jasa.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602240008
Keyword
Pengembangan pariwisata komponen 4a karakteristik masyarakat persepsi masyarakat