ANALISIS POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KAKAO SEBAGAI BIOCHAR DENGAN PENDEKATAN CBA (COST-BENEFIT ANALYSIS)
Upaya peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi masyarakat di Indonesia mendorong eksplorasi sumber daya terbarukan dari limbah pertanian. Salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah limbah kulit kakao, yang dapat diolah menjadi biochar sebagai pembenah tanah dan sumber daya ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan limbah kulit kakao sebagai bahan baku biochar, menganalisis efektivitas biochar terhadap perbaikan pH tanah, dan menganalisis kelayakan ekonomi serta lingkungan dengan pendekatan Cost-Benefit Analysis (CBA) di Desa Sungai Langka, Kabupaten Pesawaran. Metode penelitian menggunakan mixed methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara dengan petani, sementara data sekunder diperoleh dari studi literatur dan dokumen terkait. Analisis kelayakan ekonomi dilakukan dengan tiga indikator utama, yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit Cost Ratio (BCR). Dari analisis yang dilakukan, ketersediaan kulit kakao sangat memadai dengan timbulan 4.545 ton per tahun, dan secara ilmiah biochar terbukti efektif menaikkan pH tanah dari 5,8 ke pH netral 7,3. Dengan metode Cost-Benefit Analysis diketahui bahwa investasi produksi biochar kulit kakao layak untuk diimplementasikan. Hasil analisis menunjukan hasil Net Present Value (NPV) sebesar Rp188.925.276, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 10,30% serta Benefit Cost Ratio (BCR) bernilai 1,23.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602200079
Keyword
biochar limbah kulit kakao cost benefit analysis (CBA)