Analisis Batimetri di Perairan Labuan Bajo, NTT
Multibeam Echosounder (MBES) merupakan instrumen akustik berbasis sonar yang digunakan untuk
memperoleh gambaran topografi dasar perairan secara detail dan presisi tinggi melalui pemancaran dan
penerimaan kembali gelombang akustik sehingga terbentuk model batimetri tiga dimensi. Dalam
pelaksanaannya, data survei memerlukan koreksi terhadap dinamika gerak kapal seperti roll, pitch, dan yaw
agar orientasi transduser tetap sejajar sumbu X dan Y serta tegak lurus terhadap sumbu Z guna menjamin
akurasi kedalaman. Proses pengolahan data dilakukan secara sistematis menggunakan perangkat lunak
hidrografi dan GIS untuk menghasilkan visualisasi spasial yang akurat. Selain pemetaan morfologi dasar
laut, kajian perairan juga mencakup dinamika sedimen dan arus yang saling berinteraksi. Sedimen, yang
berasal dari erosi daratan, pantai, maupun laut dalam, mengalami transportasi dan pengendapan akibat
pengaruh gelombang dan arus dalam proses yang dikenal sebagai angkutan sedimen pesisir. Arus laut
sebagai parameter oseanografi utama mengontrol distribusi sedimen melalui variasi arah dan kecepatan
yang dipengaruhi perbedaan massa jenis, tekanan, angin, dan gelombang. Interaksi antara batimetri,
dinamika sedimen, dan arus membentuk karakteristik perairan yang terus berubah secara morfologis dan
hidrodinamis. Oleh karena itu, integrasi data batimetri MBES dengan analisis arus dan sedimen menjadi
dasar penting dalam perencanaan rekayasa pesisir serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan
dan berbasis ilmiah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602190116
Keyword
Multibeam Echosounder (MBES) Batimetri Dinamika Sedimen Pesisir Arus Laut