Keanekaragaman Jenis Mamalia Berdasarkan Ketinggian di Gunung Rajabasa Lampung
Gunung Rajabasa merupakan salah satu kawasan hutan lindung yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi, khususnya pada kelompok mamalia yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis mamalia berdasarkan ketinggian, menganalisis pengaruh ketinggian terhadap keanekaragaman mamalia, serta menganalisis keterkaitan antara struktur vegetasi, suhu, dan habitat terhadap keberadaan mamalia. Penelitian ini dilakukan pada empat zona ketinggian (500, 700, 900, dan 1100 mdpl) yang berada di kawasan Hutan Lindung Gunung Rajabasa (HLGR) Register 3 menggunakan metode line transect untuk pengamatan mamalia serta metode purposive sampling dengan plot zig-zag untuk analisis vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan 5 famili yang terdiri atas 10 jenis mamalia dengan total 122 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H’ = 1,73) dan indeks kekayaan spesies (Dmg = 1,65) tertinggi ditemukan pada ketinggian 700 mdpl, yang menunjukkan tingginya keragaman serta jumlah jenis mamalia pada ketinggian tersebut. Sementara itu, indeks kemerataan (E = 1,00) tertinggi terdapat pada ketinggian 1100 mdpl, yang mengindikasikan distribusi individu antar spesies yang relatif seimbang meskipun jumlah jenis lebih rendah. Analisis Canonical Correspondence Analysis (CCA) menunjukkan bahwa intensitas cahaya dan kerapatan tajuk memiliki hubungan erat dengan distribusi mamalia. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan konservasi dan pengelolaan habitat mamalia di kawasan Gunung Rajabasa.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602190076
Keyword
Keanekaragaman mamalia berdasarkan ketinggian faktor lingkungan Gunung Rajabasa