Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Deodoran Roll On Ekstrak Biji Kopi Hijau Arabika (Coffea arabica L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis
Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan suhu panas dan kelembapan tinggi, sehingga banyak masyarakat mengalami masalah bau badan akibat produksi keringat berlebih. Ekstrak biji kopi hijau arabika diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab bau badan, salah satunya Staphylococcus epidermidis. Deodoran bekerja sebagai agen antibakteri topikal yang menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu fisikokimia, stabilitas, serta aktivitas antibakteri sediaan deodoran roll on ekstrak biji kopi hijau arabika dengan variasi konsentrasi yaitu F1 (ekstrak 10%), F2 (ekstrak 15%), F3 (ekstrak 20%), dan F4 (ekstrak 25%). Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula deodoran roll on memiliki bau khas kopi, warna cokelat kekuningan pekat, bertekstur kental, dan homogen. Sediaan memiliki daya sebar 5,40–6,30 cm, daya lekat 144,36–165,02 detik, pH 5,61–5,78, viskositas 320,00–746,70 cPs, serta sediaan dapat keluar dari wadah roll on dengan baik. Diameter zona hambat antibakteri yang dihasilkan oleh F1 sebesar 2,54 ± 1,22 mm dengan kategori lemah, F2 dan F3 secara berturut-turut sebesar 5,90 ± 0,58 mm dan 8,00 ± 0,63 mm dengan kategori sedang, dan F4 sebesar 10,93 ± 0,33 mm dengan kategori kuat. Disimpulkan bahwa sediaan deodoran roll on ekstrak biji kopi hijau arabika memiliki mutu fisikokimia yang cukup baik dan memliki aktivitas antibakteri kuat pada F4.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602190037
Keyword
Bau badan Staphylococcus epidermidis Deodoran Biji kopi hijau arabika