Uji Aktivitas Penghambatan Enzim α-Amilase oleh Kombinasi Ekstrak Daun Seledri dan Ekstrak Kulit Buah Delima Merah secara In Vitro
Hiperglikemia pada pasien diabetes melitus dipicu oleh gangguan produksi maupun kerja insulin. Dalam upaya pengelolaannya, penghambatan enzim α-amilase menjadi strategi penting untuk mengontrol kadar glukosa darah postprandial. Penelitian ini bertujuan menentukan dan membandingkan nilai IC₅₀ ekstrak tunggal daun seledri (Apium graveolens), ekstrak tunggal kulit buah delima merah (Punica granatum), serta kombinasi keduanya (rasio 1:1) dalam menghambat aktivitas enzim α-amilase. Pengujian aktivitas inhibisi dilakukan secara in vitro menggunakan metode Fuwa (reaksi pati iodin) pada pH 7,0 dengan seri konsentrasi sampel 12,5–200 µg/mL dan control positif acarbose 0,625-10 µg/mL. Interpretasi data dilakukan melalui analisis regresi linier untuk menentukan nilai IC₅₀, sedangkan perbedaan aktivitas penghambatan antar kelompok dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji post hoc Games–Howell. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC₅₀ ekstrak daun seledri sebesar 85,388 µg/mL, ekstrak kulit delima merah sebesar 98,777 µg/mL, dan kombinasi ekstrak (1:1) sebesar 93,656 µg/mL. Sebagai perbandingan, kontrol positif acarbose memiliki IC₅₀ sebesar 3,912 µg/mL. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada aktivitas penghambatan enzim α-amilase antar seluruh kelompok uji (p < 0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak daun seledri memiliki potensi penghambatan paling kuat, sedangkan kombinasi kedua ekstrak menunjukkan efek interaksi yang bersifat aditif.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602190027
Keyword
α-amilase seledri delima merah IC₅₀ metode Fuwa