Analisis In Silico Untuk Menentukan Target Molekular Resveratrol Dan Gnetin C Pada Sel Punca Mesenkim (MSC) Osteogenesis
Osteoporosis merupakan penurunan kepadatan tulang yang dapat menyerang siapa saja, terutama wanita. Pengobatan obat konvensional memiliki efek samping dan belum menyembuhkan secara tuntas. Pengobatan alternatif berbasis bahan alam terus dikembangkan, salah satunya melinjo yang berpotensi sebagai antiosteoporosis dengan senyawa bahan alam resveratrol dan gnetin C. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan interaksi senyawa resveratrol dan gnetin C terhadap protein yang terlibat dalam proses diferensiasi MSC menjadi osteoblas berdasarkan hasil molekular docking. Penelitian ini non eksperimental dengan metode komputerisasi yaitu situs RCSB untuk menentukan kode PDB ID protein target yang digunakan. Pada preparasi ligan, optimasi protein, dan validasi metode docking menggunakan perangkat lunak Autodock tools 1.5.6. Analisis visualisasi hasil molekular docking menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio Viewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resveratrol memiliki energi ikatan lebih baik dibandingkan gnetin C. Nilai energi ikatan terbaik antara resveratrol dan protein WNT, TGF-β, Notch, HH dengan nilai berturut-turut -7.16, -6.72, -5.02, -3.64 kkmal/mol. Nilai energi ikatan dipengaruhi oleh ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, dan interaksi elektrostatik. Pada ikatan hidrogen terdapat jarak yang memengaruhi nilai energi ikatan. Berdasarkan nilai energi yang diperoleh menunjukkan bahwa resveratrol memiliki potensi sebagai kandidat obat baru antiosteoporosis.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602190025
Keyword
Resveratrol Gnetin C Osteogenesis MSC