(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI DAN BANGUNAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN TANAH DI KOTA MAKASSAR


View/Open

Author
Aria, Abdillah Atsary

Date Published
20 Jan 2026

Advisor
Agung Mahadi Putra Perdana, S.Si., M.Sc,

Subject
Teknik Geomatika

Publisher


Peningkatan suhu permukaan lahan (Land Surface Temperature/LST) merupakan permasalahan lingkungan yang umum terjadi di kota metropolitan akibat pesatnya urbanisasi, termasuk di Kota Makassar. Perubahan fungsi lahan dari vegetasi menjadi kawasan terbangun yang didominasi material penyimpan panas, seperti beton dan aspal, berkontribusi terhadap peningkatan LST yang berdampak pada penurunan kenyamanan termal, peningkatan konsumsi energi, serta risiko kesehatan masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan spasial dan temporal kerapatan bangunan dan vegetasi serta pengaruhnya terhadap LST di Kota Makassar pada tahun 2015, 2020, dan 2025. Data yang digunakan berupa citra satelit Landsat 8 yang dianalisis menggunakan pendekatan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG). Kerapatan bangunan direpresentasikan melalui Normalized Difference Built-up Index (NDBI), kerapatan vegetasi melalui Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), serta kondisi termal melalui LST. Hubungan dan pengaruh antarvariabel dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan luas kawasan terbangun dari tahun 2015 hingga 2025 yang diikuti oleh kenaikan LST dan penurunan relatif tutupan vegetasi. Korelasi Pearson menunjukkan bahwa NDBI memiliki hubungan positif yang kuat terhadap LST, sementara NDVI menunjukkan hubungan negatif terhadap NDBI dan hubungan yang relatif lemah terhadap LST. Analisis regresi linear berganda pada ketiga tahun pengamatan menghasilkan model yang signifikan secara statistik dengan nilai koefisien determinasi (R²) berkisar antara 0,418–0,439, yang mengindikasikan bahwa variasi LST cenderung dapat dijelaskan oleh kombinasi NDBI dan NDVI. Koefisien regresi menegaskan bahwa NDBI merupakan faktor paling dominan dan konsisten meningkatkan LST, sedangkan NDVI meskipun signifikan secara statistik memiliki pengaruh positif yang relatif kecil, menunjukkan bahwa fungsi vegetasi sebagai peredam panas di wilayah penelitian belum optimal. Temuan ini menegaskan bahwa ekspansi kawasan terbangun menjadi pemicu utama peningkatan LST di Kota Makassar.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602190015

Keyword
Tugas Akhir Kerapatan Lahan Terbangun (NDBI) Kerapatan Lahan Vegetasi (NDVI) Suhu Permukaan Tanah (LST) Perubahan Penggunaan Lahan Regresi Linear Berganda