Pengaruh Penambahan Aditif Na₂SiO₃ dan NaOH dengan Variasi Jumlah Reduktor serta Temperatur pada Reduksi Roasting Pasir Kromit Kadar Rendah
Tingginya kebutuhan industri ferokrom terhadap bahan baku kromit dengan kandungan kromium (Cr) tinggi serta rasio Cr/Fe yang memenuhi standar menyebabkan perlunya peningkatan kualitas pasir kromit berkadar rendah sebelum memasuki tahap peleburan. Oleh karena itu, diperlukan proses benefisiasi sebagai upaya untuk memperbaiki mutu pasir kromit tersebut. Penelitian ini mengkaji proses reduksi roasting pada pasir kromit lokal berkadar rendah dengan meninjau pengaruh penambahan aditif sodium silikat (Na₂SiO₃) dan sodium hidroksida (NaOH), variasi jumlah reduktor batubara, serta temperatur pemanasan terhadap penurunan kadar Fe dan peningkatan rasio Cr/Fe. Proses reduksi roasting dilakukan dengan variasi aditif sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% (berat), serta variasi reduktor batubara sebesar 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10% (berat), menggunakan muffle furnace pada temperatur 1.100°C, 1.200°C, dan 1.300°C. Selanjutnya, produk hasil roasting diproses melalui separasi magnetik untuk memisahkan mineral kromit dari pengotor yang bersifat magnetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Na₂SiO₃ memberikan pengaruh lebih dominan dibandingkan NaOH. Aditif Na₂SiO₃ mampu mempercepat reaksi reduksi, menurunkan titik lebur senyawa, serta membentuk fasa cair yang membantu perpindahan Fe sehingga pemisahan besi magnetik menjadi lebih efektif. Sementara itu, penggunaan NaOH cenderung meningkatkan laju reduksi kromit dan memperbesar derajat metalisasi Fe. Kondisi optimum diperoleh pada penggunaan Na₂SiO₃ sebesar 10%, reduktor batubara 10%, dan temperatur 1.300°C, yang menghasilkan peningkatan rasio Cr/Fe dari 1,62 menjadi 4,547.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602190012
Keyword
pasir kromit reduksi roasting aditif