Analisis Perilaku Sivitas Akademika dan Potensi Daur Ulang Sampah Menuju Zero Waste Campus: Studi Kasus Institut Teknologi Sumatera
Peningkatan jumlah mahasiswa di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dari 4.477 mahasiswa pada tahun 2024 menjadi 4.929 mahasiswa pada tahun 2025 berdampak pada meningkatnya timbulan sampah dari sekitar 600 kg/hari menjadi 750 kg/hari, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya memerlukan pendekatan teknis, tetapi juga penguatan aspek non teknis berupa perilaku sivitas akademika. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku sivitas akademika menggunakan pendekatan Knowledge, Attitude, and Practice (KAP), menganalisis potensi ekonomi pengolahan sampah, serta menentukan strategi pengelolaan sampah berkelanjutan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis perilaku menunjukkan bahwa pada kelompok mahasiswa diperoleh persamaan Y = 1,237 + 0,063X₁ + 0,436X₂, sedangkan pada kelompok pegawai Y = –0,088 – 0,053X₁ + 0,917X₂, dengan sikap sebagai faktor paling berpengaruh terhadap tindakan pengelolaan sampah. Analisis potensi ekonomi menunjukkan bahwa pengolahan sampah organik melalui Black Soldier Fly (BSF) dan windrow composting menghasilkan keuntungan Rp279.298.506 per tahun, sampah daur ulang Rp51.102.422 per tahun, sementara sampah B3 memerlukan biaya penanganan Rp34.857.396 per tahun, dan sampah residu belum memberikan keuntungan ekonomi namun berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi internal. Hasil AHP menunjukkan kebijakan kampus sebagai prioritas utama, diikuti pemilahan di sumber, program bank sampah, dan edukasi rutin, dengan nilai inkonsistensi 0,03, sehingga pengelolaan sampah berkelanjutan di ITERA memerlukan kebijakan yang kuat, pembentukan sikap, serta dukungan fasilitas dan optimalisasi potensi ekonomi untuk mewujudkan zero waste campus.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602180140
Keyword
Pengelolaan Sampah Perilaku Sivitas Akademika Potensi Ekonomi AHP Zero Waste Campus