Analisis Gas Rumah Kaca (GRK) Pada Industri Keripik Singkong Dengan Metode Life Cycle Assessment (LCA) (Studi Kasus: Industri Keripik Singkong Bu Karsinem, Kabupaten Lampung Selatan
Salah satu industri yang memproduksi keripik singkong di Lampung Selatan adalah Industri Bu Karsinem yang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dari emisi dan limbah. Dampak negatif yang dihasilkan yaitu gas rumah kaca (GRK). Upaya yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi potensi emisi yang dihasilkan yaitu salah satunya dengan metode Life Cycle Assessment (LCA) meliputi penentuan tujuan dan ruang lingkup, analisis inventori, penilaian dampak dan interpretasi hasil. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis input dan ouput serta menganalisis besaran GRK yang dihasilkan. Hasil dari penelitian ini adalah input produksi keripik singkong terdiri dari singkong, air, minyak goreng dan bumbu. Output yang dihasilkan yaitu produk, limbah cair, limbah padat. Total seluruh emisi GRK yang dihasilkan yaitu 1.818,33 kg CO2-eq dan 1 kg produk menimbulkan 6,52 kg CO2-eq/kg yang berasal dari kayu bakar, pertalite, limbah padat dan cair. Alternatif yang direkomendasikan untuk mengurangi dampak lingkungan yaitu memanfaatkan pelet kayu pengganti kayu bakar, memanfaatkan limbah kulit singkong menjadi pakan fermentasi, recycle limbah cair dengan metode adsorpsi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602180122
Keyword
Gas Rumah Kaca (GRK) Keripik Singkong Life Cycle Assessment (LCA)