Keanekaragaman Burung Pada Beberapa Tipe Habitat di Hutan Lindung Gunung Tarak Kalimantan Barat
Hutan Lindung Gunung Tarak (HLGT) merupakan kawasan yang memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk komunitas burung. Burung memiliki peran yang penting dalam keseimbangan ekosistem. Namun, belum ada publikasi terkait keanekaragaman burung di kawasan tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi database jenis burung di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis burung serta pengaruh faktor lingkungan terhadap distribusi burung pada tiga habitat yaitu hutan dataran rendah, hutan rawa, dan restorasi. Penelitian dilakukan pada bulan September-November 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode Index Point of Abundance (IPA) dengan jumlah 40 titik. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) dan Canonical Correspondence (CCA). CCA digunakan untuk menganalisis hubungan antara jenis burung dan variabel lingkungan yang meliputi suhu, kelembapan, elevasi, tutupan tajuk, dan intensitas cahaya. Dari penelitian ini didapatkan 71 jenis dari 29 famili. Keanekaragaman burung bervariasi di setiap lokasi tergantung pada kondisi habitatnya. Pada habitat hutan nilai H'=3,66, pada habitat rawa nilai H’=3,36, pada habitat restorasi nilai H’=2,23. Hasil analisis kanonik menunjukkan bahwa burung dengan nilai positif tinggi cenderung menyukai suhu yang lebih hangat dan intensitas cahaya yang tinggi, seperti Lonchura fuscans (3.66), Microhierax fringillarius (3.66), Oriolus xanthoronus (3.66), dan Pycnonotus brunneus (2.68). Sebaliknya, burung dengan nilai negatif tinggi seperti Ducula aenea (-0.71), Enicurus leschenaulti (-0.71), Malacopteron albogulare (-0.71), Picus puniceus (-0.71), dan Treron capellei (-0.71) menunjukkan preferensi lingkungan yang berlawanan. Hasil penelitian menunjukkan distribusi burung ditentukan oleh faktor lingkungan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602180106
Keyword
Aves, Canonical, Distribusi burung, Konservasi