(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Pemanfaatan Penginderaan Jauh Untuk Pengembangan Model Prediksi Transparansi Air Akibat Perubahan Tata Guna Lahan (Studi Kasus: Waduk Saguling)


View/Open

Author
OLIVIA PUTRI, LUDWINIA

Date Published
20 Feb 2026

Advisor
Dion Awfa, S.T., M.T., Ph.D.,
Sahid, M.Sc.,

Subject
Teknik Lingkungan

Publisher


Perubahan tata guna lahan menjadi salah satu tantangan bagi pengelolaan lingkungan. Aktivitas antropogenik atau aktivitas manusia yang mengubah tata guna lahan dapat mengakibatkan limpasan air permukaan, erosi tanah, penumpukan sedimen serta perubahan transparansi air. Untuk mengelola kualitas air pada badan air perlu dilakukan pemantauan dan pengelolaan badan air. Seringkali, pemantauan kualitas air secara konvensional mengalami berbagai kendala. Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pemantauan kualitas air adalah dengan penginderaan jauh.. Perubahan tata guna lahan menjadi faktor yang memengaruhi transparansi air. Analisis hubungan antara tata guna lahan dengan transparansi air dengan metode regresi linier pada penelitian ini menunjukkan hubungan positif dengan hutan sebesar 0,99; permukiman, badan air, dan padang rumput, secara berurutan 0,5086; 0,2336; dan 0,1156, serta lapangan/lahan/terbuka dan perkebunan campuran, yaitu < 0,1; dengan nilai 0,0276 dan 0,059. Hasil Principal Component Analysis menunjukkan hubungan negatif antara tata guna lahan dengan transparansi air, kecuali pada kelas penggunaan lahan permukiman, hutan, dan padang rumput. Hanya sebagian kecil dari dinamika naik atau turunnya nilai transparansi air di Waduk Saguling yang dipengaruhi oleh perubahan tata guna lahan. Faktor lain di luar tata guna lahan diduga mempunyai peranan lebih besar pada nilai transparansi air di Waduk Saguling.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602180069

Keyword
Transparansi air Penginderaan jauh Tata guna lahan Citra satelit