Karakteristik Lanskap Pekarangan Eks Transmigrasi Jawa di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung
Program transmigrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Hindia Belanda membentuk Desa Bagelen di Lampung, di mana para transmigran membawa tradisi pengelolaan pekarangan berbasis kearifan lokal. Pekarangan di desa ini berkembang sebagai bagian integral hunian dan berfungsi secara ekologis, sosial, budaya, serta ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik spasial pekarangan, mengidentifikasi karakteristik keragaman tanaman, serta menggambarkan model pekarangan eks-transmigrasi Jawa di Desa Bagelen. Metode yang digunakan adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif) dengan teknik random sampling terhadap 100 sampel pekarangan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Ecological Pekarangan Approach (EPA) serta Summed Dominance Ratio (SDR).Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata luas pekarangan secara keseluruhan adalah 455,835 m². Perubahan fisik pekarangan ditandai oleh penyempitan lahan akibat penambahan bangunan hunian dan usaha, yang menyebabkan pergeseran pola ruang dan penyederhanaan struktur vegetasi. Meskipun ruang produktif mengalami pengurangan, fungsi tersebut tidak hilang sepenuhnya. Tanaman pangan, khususnya tanaman buah, dan pati masih mendominasi komposisi vegetasi berdasarkan nilai SDR. Berdasarkan komponen penyusun dan pengelolaannya, pekarangan ini dapat diklasifikasikan menjadi empat model, yaitu agrisilvikultur, agrosilvopastura, agrosilvofishery, dan agrosilvopasturafishery.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602180065
Keyword
lanskap transmigrasi pekarangan struktur vegetasi home garden landscape transmigration vegetation structure