IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA GAJAH SUMATERA DI CAMP ERU HARJOSARI, MARGAHAYU DAN PLG TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS, LAMPUNG TIMUR
Ektoparasit merupakan parasit yang hidup di permukaan tubuh inang tanpa masuk ke dalam jaringan. Ektoparasit pada mamalia umumnya meliputi kutu, tungau, caplak, dan lalat. Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang dipelihara di penangkaran menghadapi tantangan berupa meningkatnya tekanan dari ektoparasit yang berpotensi mengganggu kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ektoparasit pada gajah Sumatera di Elephant Response Unit (ERU) Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel dengan metode rabaan dan sweep net, serta analisis deskriptif untuk menentukan jenis, prevalensi, dan tingkat infestasi ektoparasit. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima jenis ektoparasit yang tergolong dalam tiga famili, yaitu Tabanidae (Tabanus megalops, Tabanus rubidus, Tabanus atratus), Simuliidae (Simulium damnosum), dan Haematomyzidae (Haematomyzus elephantis). Jenis ektoparasit yang paling dominan adalah Tabanus atratus, dengan tingkat infestasi tertinggi ditemukan pada musim kemarau. Tingkat prevalensi ektoparasit mencapai 100% pada seluruh individu gajah yang diamati, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Tingginya prevalensi ektoparasit berkaitan dengan kondisi lingkungan pada lokasi pengamatan di Elephant Response Unit (ERU) Harjosari, Margahayu, serta Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas yang hangat dan lembap, sehingga mendukung keberlangsungan hidup dan aktivitas ektoparasit di seluruh lokasi pengamatan.
Kata kunci: infestasi, prevalensi, parasit, musim kemarau
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602180038
Keyword
infestasi prevalensi parasit musim kemarau