Pengaruh Ukuran Cacahan Dan Lama Pengomposan Sabut Kelapa Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Jamur Merang (Volvariella Volvacea)
Sabut kelapa merupakan limbah pertanian yang berpotensi sebagai media tanam alternatif untuk budidaya jamur merang (Volvariella Volvacea). Produksi kelapa Indonesia mencapai 2,90 juta ton per tahun, menghasilkan limbah sabut sebanyak 35% yang berpotensi mencemari lingkungan. Budidaya jamur merang menghadapi keterbatasan jerami padi sebagai media tanam akibat penggunaannya sebagai pakan ternak, sehingga diperlukan media tanam alternatif berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran cacahan dan lama pengomposan sabut kelapa terhadap karakteristik media tanam serta sifat fisikokimia jamur merang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu ukuran cacahan sabut kelapa (S1: 1–5 cm, S2: 6–10 cm, dan S3: utuh) dan lama pengomposan (t1: 5 hari dan t2: 10 hari). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey taraf 5 %. Parameter yang diamati meliputi karakteristik media tanam serta sifat fisikokimia jamur merang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacahan halus (S1) menghasilkan pH (6,88), daya serap air (49,21%), dan kadar air (76,75%) tertinggi, sedangkan cacahan utuh (S3) menghasilkan karbon terikat (27,67%) tertinggi. Pengomposan 10 hari menghasilkan kadar abu lebih tinggi (23,12%) dibandingkan 5 hari (19,80%). Perlakuan S2t2 menghasilkan produktivitas jamur merang terbaik dengan jumlah jamur (11 buah), berat total (100,33 gram), diameter (2,42 cm), panjang (2,58 cm) dan kadar air (90,17%). Perlakuan S1t2 menghasilkan kadar protein tertinggi (20,28%).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602180019
Keyword
jamur merang media tanam sabut kelapa ukuran cacahan