Pengaruh Penambahan Selulosa Bagasse Tebu Terhadap Karakteristik Film Bioplastik dari Pati Sagu
Plastik konvensional yang bersumber dari minyak bumi bersifat sekali
pakai, dan jika dibuang ke lingkungan dapat menimbulkan masalah
serius karena sulit terurai sehingga menyebabkan penumpukan limbah.
Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah
pemanfaatan bioplastik yang mampu terdegradasi secara hayati.
Penelitian ini memanfaatkan bioplastik berbasis pati sagu dengan
penambahan selulosa bagas tebu sebagai bahan penguat. Penelitian
bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan selulosa bagas tebu
terhadap karakteristik film bioplastik berbasis pati sagu sekaligus
menentukan konsentrasi bioplastik yang paling optimal. Rancangan
percobaan yang diterapkan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
nonfaktorial dengan lima taraf perlakuan, yaitu konsentrasi selulosa
0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, masing-masing dengan tiga ulangan.
Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA, yang dilanjutkan
dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf
signifikansi 5%. Parameter yang diamati mencakup ketebalan, densitas,
daya serap air, ketahanan air, kuat tarik, elongasi, modulus Young, serta
tingkat biodegradasi selama 7 dan 14 hari. Hasil penelitian
memperlihatkan bahwa peningkatan konsentrasi selulosa memberikan
pengaruh nyata terhadap sifat fisik dan mekanik bioplastik. Perlakuan
40% menghasilkan karakteristik terbaik dengan ketebalan 0,258 mm,
densitas 1,031 g/cm³, daya serap air 51,11%, ketahanan air 48,89%,
kuat tarik 9,195 MPa, elongasi 15,454%, modulus young 52,68 MPa,
dan mampu terdegradasi sempurna setelah 14 hari.
Kata Kunci: bioplastik, pati sagu, selulosa
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602170023
Keyword
Bioplastik Pati Sagu Selulosa