EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG BATUBARA PADA WASTE DUMP SAMURANGAU B (STUDI KASUS: JALAN RUKUN) DI PT KIDECO JAYA AGUNG KABUPATEN PASER, KALIMANTAN TIMUR
Pada Jalan Rukun terdapat saluran terbuka berbatasan langsung dengan Waste Dump Samurangau B berfungsi untuk mengalirkan air limpasan permukaan dan air hujan langsung menuju Settling Pond AL-56 dan Settling Pond AL-61. Namun, pada periode hujan dengan intensitas tinggi, kapasitas saluran terbuka pada beberapa segmen tidak mampu menampung debit aliran yang masuk sehingga menyebabkan luapan dan genangan pada badan jalan. Penelitian ini mengevaluasi debit limpasan yang masuk ke saluran terbuka Jalan Rukun, menilai kondisi aktual saluran, menentukan kebutuhan jumlah gorong-gorong (culvert), serta mengevaluasi kapasitas dan waktu pemeliharaan kolam pengendapan. Metode yang digunakan meliputi pengamatan langsung di lapangan untuk mengidentifikasi kondisi aktual saluran terbuka dan analisis secara hidrologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit aliran permukaan yang masuk ke Saluran Terbuka AL-56 dan AL-61 masing-masing sebesar 9,97 m³/detik dan 18,55 m³/detik. Dari total 30 segmen saluran yang dianalisis, beberapa segmen belum mampu mengalirkan debit secara optimal sehingga memerlukan perbaikan dimensi menyesuaikan dimensi rekomendasi yakni untuk saluran AL-56 panjang sisi 3,5 m, tinggi basah 2 m, tinggi saluran 2,5 m dengan lebar atas 9 m dan lebar dasar 4 m. Sedangkan untuk saluran AL-61 panjang sisi 4,2 m, tinggi basah 2,4 m, serta tinggi saluran 3 m dengan lebar atas dan lebar dasar masing-masing 10,5 m dan 4,5 m. Serta pengerukan sedimentasi pada kondisi bulan lembab yakni pada juni-september dan desember. Berdasarkan debit masing-masing saluran yakni 14,62 m³/detik dan 22,54 m³/detik diperlukan masing-masing 7 dan 10 buah gorong-gorong pada Saluran Terbuka AL-56 dan AL-61.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602150006
Keyword
sistem penyaliran, saluran terbuka, dimensi, settl