Aplikasi Metode Gayaberat Untuk Identifikasi Patahan Menggunakan Analisis Derivative Di Kota Bandung Dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memiliki kondisi geologi yang kompleks dan berada pada zona tektonik aktif yang dipengaruhi oleh struktur patahan utama, salah satunya Sesar Lembang. Identifikasi patahan bawah permukaan penting untuk mendukung mitigasi bencana dan perencanaan wilayah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola struktur bawah permukaan menggunakan metode gaya berat melalui analisis turunan (derivative). Data yang digunakan berupa Complete Bouguer Anomaly (CBA) dari Pusat Survei Geologi. Pengolahan diawali dengan analisis spektral, kemudian dilakukan pemisahan anomali regional dan residual menggunakan filter Butterworth. Selanjutnya diterapkan First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) untuk menegaskan batas anomali yang berasosiasi dengan struktur geologi. Interpretasi kuantitatif dilakukan melalui pemodelan 2,5D pada lintasan terpilih. Lintasan A menghasilkan error 3,77 dengan densitas Qd 2,0 g/cc, Qv 2,4 g/cc, Qpv 2,45 g/cc, dan basement 2,99 g/cc. Lintasan B menghasilkan error 3,674 dengan densitas basement 2,99 g/cc, Toml 2,8 g/cc, Tmss 2,4 g/cc, Tnv 2,55 g/cc, Tmi 2,71 g/cc, serta lapisan atas Qd 2,0 g/cc dan Qps 2,1 g/cc. Hasil pemodelan menunjukkan variasi densitas yang mencerminkan perbedaan litologi dan struktur bawah permukaan. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung pemahaman geologi bawah permukaan serta upaya mitigasi bencana di wilayah Bandung dan sekitarnya.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602130084
Keyword
gayaberat anomali bouguer FHD SVD Pemodelan 2,5D