(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Pengaruh pH dan Intensitas Cahaya Terhadap Proses Bioremediasi Limbah Cair Tapioka Menggunakan Chlorella vulgaris


Industri tapioka menghasilkan limbah cair dengan kandungan bahan organik dan senyawa toksik yang tinggi seperti sianida, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Salah satu metode pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan adalah bioremediasi menggunakan mikroalga Chlorella vulgaris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH dan intensitas cahaya terhadap efektivitas bioremediasi limbah cair tapioka menggunakan Chlorella vulgaris. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor yaitu variasi pH yang digunakan adalah 6, 7, 8, dan 9, serta intensitas cahaya 1.000 lux, 1.500 lux, dan 2.000 lux selama masa kultivasi 15 hari. Parameter yang diamati meliputi jumlah sel mikroalga, Chemical Oxygen Demand (COD), Total Dissolved Solids (TDS) dan kandungan Hidrogen Cyanide (HCN). Data hasil diolah dengan SPSS dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH dan intensitas cahaya berpengaruh signifikan terhadap efektivitas bioremediasi (p < 0,05). Pertumbuhan sel tertinggi terjadi pada pH 7 dengan intensitas cahaya 1000 lux sebesar 5,5× 10⁸ sel/mL. Penurunan COD tertinggi tercatat pada kombinasi p 8 dan 1000 lux sebesar 93,73%, penurunan TDS tertinggi pada pH 9 dan 2000 lux sebesar 74,98%, penurunan HCN tertinggi pada pH 8 dan 1000 lux sebesar 73,8%, dan pemanenan rendemen sebesar 78 mg/L. Penelitian ini membuktikan bahwa Chlorella vulgaris dapat digunakan sebagai agen bioremediasi limbah cair tapioka melalui pengaturan kondisi lingkungan yang baik

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602120102

Keyword
Bioremediasi Chlorella vulgaris Intensitas cahaya Limbah cair tapioka pH