Pengembangan Transdermal Patch Kitosan/HPMC/EC dengan Ekstrak Daun Sirih Hijau asal Kepulauan Riau sebagai Kandidat Penyembuhan Luka Ulkus Diabetikum
Ulkus diabetikum berkembang sebagai komplikasi kronis diabetes akibat infeksi bakteri, terutama Staphylococcus aureus, sehingga terapi topikal dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini mengembangkan transdermal patch berbasis CH/HPMC/EC untuk menghantarkan EDSH sebagai agen antibakteri. Proses freeze drying menghasilkan ekstrak dengan rendemen 9,8% yang mengandung alkaloid, fenolik, saponin, tanin, dan terpenoid. Fabrikasi patch dilakukan melalui metode solvent casting, kemudian dievaluasi menggunakan uji fisik, FTIR, SEM, swelling ratio, profil pelepasan ekstrak, dan uji antibakteri. Sistem patch dengan EDSH dan tanpa EDSH mempertahankan stabilitas fisik dengan ketebalan kurang dari 1 mm, pH dalam rentang fisiologis (5,49–5,54), serta ketahanan lipat melebihi 300 kali. Spektrum FTIR mengonfirmasi interaksi gugus fungsi polimer dan senyawa aktif (fenolik), sedangkan citra SEM mengindikasikan struktur permukaan granular dengan aglomerasi. Patch meningkatkan kapasitas pembengkakan maksimal pada 54,92% menit ke- 90. Pelepasan ekstrak terjadi secara terkendali dengan maksimum 23,56% pada menit ke-90. Uji antibakteri menunjukkan penghambatan pertumbuhan S. aureus dengan diameter zona hambat 34 mm, mendekati klindamisin sebagai kontrol positif (35,55 mm). Temuan ini menegaskan kemampuan sistem transdermal patch dalam mengendalikan pelepasan senyawa aktif dan antibakteri sebagai pendukung potensi aplikasinya sebagai terapi pendukung ulkus diabetikum.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602110094
Keyword
ekstrak daun sirih hijau etil selulosa kitosan transdermal patch ulkus diabetikum