REDESIGN STRUKTUR ATAS JEMBATAN KERETA API RANGKA BAJA PADA BH 109 KM 58+171 PETAK LINTAS STASIUN BEKRI (BKI) ‒ STASIUN HAJI PEMANGGILAN (HJP) WILAYAH DIVISI REGIONAL IV TANJUNGKARANG
Jembatan kereta api BH 109 pada KM 58+171 petak lintas Stasiun Bekri (BKI) – Stasiun Haji Pemanggilan (HJP), wilayah operasi Divisi Regional IV Tanjungkarang merupakan infrastruktur perkeretaapian peninggalan era kolonial yang telah beroperasi sejak tahun 1913 dan dibangun dengan standar pembebanan Rencana Muatan (RM) 1911 yang kemudian dilakukan perkuatan struktur dengan menggunakan standar pembebanan Rencana Muatan (RM) 1921 75% pada tahun 1985. Dengan usia operasional yang melebihi satu abad dan adanya peningkatan beban lalu lintas pada kereta api angkutan batu bara yang masif, serta maka diperlukan evaluasi kapasitas struktur saat ini terhadap standar pembebanan jembatan kereta api yang berlaku saat ini yaitu Rencana Muatan (RM) 1921. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan ulang struktur atas jembatan menggunakan rangka baja dengan bentang awal 40 meter dengan konfigurasi Warren Truss With Vertical menjadi bentang 42 meter dengan konfigurasi Warren Truss.
Tahapan perencanaan meliputi pengumpulan data teknis, pemodelan struktur menggunakan software SAP2000 dengan analisis pembebenanan berdasarkan pada PM 60 Tahun 2012 dan SNI 1725-2016 yang meliputi beban mati, beban hidup, beban kejut, beban rem dan traksi, beban rel panjang longitudinal, beban angin, dan beban gempa. SNI 2833-2016 menjadi acuan dalam perhitungan beban gempa dengan asumsi tanah pada lokasi jembatan kereta api BH 109 memiliki kondisi tanah lunak (SE) untuk menganalisis respon spektrum gempa. Setelah itu, menganalisis kekuatan penampang profil dan kekuatan sistem sambungan pada struktur jembatan kereta api BH 109 rencana dengan menggunakan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD) yang mengacu pada SNI 1729-2020. Hasil dari seluruh tahapan tersebut akan diterjemahkan menjadi gambar desain sebagai bentuk visual untuk mempresentasikan hasil tersebut melalui software AutoCAD.
Berdasarkan hasil dari pemodelan struktur jembatan kereta api BH 109, seluruh penampang profil dan sistem sambungan telah memenuhi persyaratan keamanan struktur. Kontrol terhadap nilai lendutan yang terjadi juga menunjukkan hasil yang berada dibawah batas izin yang telah ditetapkan. Dengan demikian, struktur atas jembatan kereta api BH 109 rencana telah memenuhi kelayakan secara teknis untuk menahan beban operasional kereta api sesuai dengan standar teknis yang berlaku di Indonesia saat ini.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602110093
Keyword
Redesign Jembatan Kereta Api Bangunan Hikmat Rencana Muatan (RM) 1921 Rangka Baja