FAKTOR RISIKO PENCEMARAN UDARA DALAM RUANGAN TERHADAP PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PEMUKIMAN DESA SUNGAI LANGKA
Pencemaran udara dalam ruangan adalah kondisi masuknya satu atau lebih zat pencemar ke udara dalam ruangan. Salah satu dampak yang diperburuk akibat pencemaran udara dalam ruangan adalah tuberkulosis (TBC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara dalam ruangan, menganalisis hubungan kualitas udara dalam ruangan dengan jenis bahan bakar memasak dan luas total ventilasi, serta menganalisis nilai Odd Ratio (OR) terjadinya TBC akibat faktor risiko pencemaran udara dalam ruangan. Faktor risiko penyakit TBC diamati secara langsung dengan kuesioner terhadap 95 responden kepala keluarga, serta pengamatan kualitas udara diamati dengan sampling kualitas udara dalam ruangan di 27 sampel rumah dengan jenis bahan bakar memasak yang berbeda. Hasil penelitian kualitas udara dalam ruangan menunjukkan konsentrasi gas CO dan suhu berada di bawah baku mutu, sedangkan kelembaban tidak yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Analisis hubungan kualitas udara dalam ruangan dengan bahan bakar memasak menunjukkan bahwa gas CO tertinggi terdapat pada rumah yang menggunakan kayu bakar dengan rata-rata 4,2 mg/m^3, sedangkan suhu dan kelembaban memiliki nilai relatif sama di tiap jenis rumah, selain itu hubungan antara kelembaban menunjukkan keterkaitan sedang (r = 0,437 dengan P_Value = 0,05) terhadap luas total ventilasi. Analisis faktor risiko TBC menunjukkan tidak ada keterkaitan antara faktor risiko penelitian dengan kejadian TBC (OR < 1> 0,05), meskipun kegiatan merokok memiliki potensi lebih tinggi dibandingkan faktor risiko lainnya.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602110084
Keyword
Pencemaran Udara Dalam Ruangan Faktor Risiko Tuberkulosis Odd Ratio (OR)