(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Korelasi Aktivitas Matahari dan Indeks Geomagnetik terhadap Batas Zona Aurora


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara batas zona aurora dengan aktivitas Matahari dan indeks geomagnetik selama dua siklus Matahari, yaitu siklus Matahari ke-24 (2008–2019) dan ke-25 (2019–sekarang) serta melihat dinamika oval aurora saat menuju puncak aktivitas Matahari. Parameter aktivitas Matahari yang digunakan meliputi angin Matahari (densitas dan kecepatan) dan medan magnet antarplanet (IMF Bz), sementara indeks geomagnetik yang digunakan mencakup indeks Kp dan AE (AU dan AL) dengan menggunakan metode korelasi Pearson dan Spearman untuk mengkaji hubungan antara parameter terhadap pergeseran batas zona aurora. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika oval aurora pada periode 2012–2025 dipengaruhi secara dominan oleh peningkatan aktivitas Matahari. Meningkatnya aktivitas Matahari menyebabkan batas equatorward aurora bergeser sekitar 2–3% ke lintang yang lebih rendah dan meningkatkan lebar oval aurora hingga sekitar 5%, sementara perubahan batas poleward relatif kecil, yakni hanya sekitar 1–2%. Parameter IMF Bz, indeks Kp, AE, dan AU memberikan kontribusi terbesar terhadap pergeseran dan pelebaran zona aurora, sementara densitas dan kecepatan angin Matahari berperan lebih kecil. Secara temporal, oval aurora cenderung melebar dan bergeser ke lintang lebih rendah selama periode aktivitas Matahari tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan batas dan lebar oval aurora merupakan indikator fisis yang efektif untuk menggambarkan tingkat aktivitas Matahari serta kondisi geomagnetik global.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602110027

Keyword
aurora aktivitas Matahari indeks geomagnetik