Korelasi Aktivitas Matahari dan Indeks Geomagnetik terhadap Batas Zona
Aurora
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara batas zona aurora dengan
aktivitas Matahari dan indeks geomagnetik selama dua siklus Matahari, yaitu siklus
Matahari ke-24 (2008–2019) dan ke-25 (2019–sekarang) serta melihat dinamika oval
aurora saat menuju puncak aktivitas Matahari. Parameter aktivitas Matahari yang
digunakan meliputi angin Matahari (densitas dan kecepatan) dan medan magnet
antarplanet (IMF Bz), sementara indeks geomagnetik yang digunakan mencakup
indeks Kp dan AE (AU dan AL) dengan menggunakan metode korelasi Pearson
dan Spearman untuk mengkaji hubungan antara parameter terhadap pergeseran batas
zona aurora. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika oval aurora pada
periode 2012–2025 dipengaruhi secara dominan oleh peningkatan aktivitas Matahari.
Meningkatnya aktivitas Matahari menyebabkan batas equatorward aurora bergeser
sekitar 2–3% ke lintang yang lebih rendah dan meningkatkan lebar oval aurora hingga
sekitar 5%, sementara perubahan batas poleward relatif kecil, yakni hanya sekitar
1–2%. Parameter IMF Bz, indeks Kp, AE, dan AU memberikan kontribusi terbesar
terhadap pergeseran dan pelebaran zona aurora, sementara densitas dan kecepatan
angin Matahari berperan lebih kecil. Secara temporal, oval aurora cenderung melebar
dan bergeser ke lintang lebih rendah selama periode aktivitas Matahari tinggi. Temuan
ini menegaskan bahwa perubahan batas dan lebar oval aurora merupakan indikator
fisis yang efektif untuk menggambarkan tingkat aktivitas Matahari serta kondisi
geomagnetik global.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602110027
Keyword
aurora aktivitas Matahari indeks geomagnetik