PERANCANGAN PUSAT KONSERVASI PENYU DI KAWASAN KONSERVASI TELUK KILUAN LAMPUNG
Penyu merupakan salah satu satwa laut yang mengalami penurunan populasi secara signifikan akibat kerusakan habitat, eksploitasi oleh manusia, serta perubahan lingkungan pesisir. Kawasan Konservasi Perairan Teluk Kiluan di Kabupaten Tanggamus, Lampung, merupakan salah satu kawasan konservasi perairan yang menjadi habitat penting bagi penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Namun meningkatnya aktivitas wisata bahari di kawasan konservasi dan tekanan lingkungan pada kawasan pesisir menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem peneluran dan jalur migrasi penyu. Oleh karena itu, diperlukan fasilitas konservasi yang mampu mendukung upaya perlindungan habitat, rehabilitasi spesies, dan edukasi masyarakat secara berkelanjutan. Perancangan Pusat Konservasi Penyu di Kawasan Konservasi Teluk Kiluan ini dirancang sebagai infrastruktur konservasi terpadu yang mengakomodasi fungsi penelitian, pemantauan, hatchery semi-alami, perawatan penyu sakit dan terluka, serta wisata edukasi kepada masyarakat demi meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan. Pendekatan desain menekankan respons terhadap iklim tropis pesisir melalui pengoptimalan ventilasi alami, perlindungan terhadap radiasi matahari, serta pemanfaatan material yang tepat guna menciptakan kenyamanan termal yang sesuai bagi manusia maupun penyu. Pembagian zona pada tapak mengacu pada regulasi pengelolaan kawasan konservasi untuk meminimalisir gangguan terhadap ekosistem sensitif. Dengan usaha-usaha tersebut, proyek ini diharapkan dapat mendukung pemulihan populasi penyu, meningkatkan literasi lingkungan masyarakat, dan mewujudkan keseimbangan antara konservasi alam dan pemanfaatan wisata pesisir secara berkelanjutan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2602100065
Keyword
Penyu Pusat konservasi Respon iklim Teluk Kiluan